DOGIYAI - Makamo di Kabupaten Dogiyai, Papua, merupakan danau
yang sangat indah dengan pemandangan yang masih alami. Uniknya, danau ini
berbentuk seperti Pulau Papua. Sayang, potensi Makamo tidak dimanfaatkan dengan
baik oleh masyarakat dan pemerintah setempat.
Selain keindaan alam, di Wilayah Kamu, Kabupaten Dogiyai
terdapat satu telaga kecil yang disebut juga Danau Makamo. Danau ini memiliki
luas 1.500 hektar dan berada pada ketinggian 1.700 mdpl. Tidak heran bila
kawasan ini punya udara yang sejuk dan pemandangan alam yang sangat indah.
Danau Makamo di Dogiyai
Perpaduan antara keindahan danau dengan dataran tinggi dan
bukit-bukit yang mengelilinginya memberikan kesejukan tersendiri. Di sekitar
danau ini juga menjadi tempat bermukim suku asli Papua, yaitu Suku Mee.
Selain berpotensi sebagai lokasi wisata, dahulu warga
memanfaatkan lokasi Danau Makamo untuk mencari sumber potensi makanan bergizi.
Di sekitar telaga ini terdapat serangga yang menjadi makanan bergizi untuk
warga sekitar. Dalam bahasa Suku Mee disebut dengan tani, yukuga, ikan, dan
berudu.
Sejak zaman nenek moyang sampai sekarang, binatang-binatang
kecil ini menjadi sumber protein untuk anak kecil ataupun orang dewasa. Menurut
mitos yang berkembang di warga setempat, air telaga ini terkadang dipergunakan
untuk pengobatan luka, sakit malaria, dan jenis penyakit lainnya dengan cara
diminum atau digunakan untuk mandi.
Bila kita memandang telaga ini dari posisi timur, bentuknya
menyerupai burung kasuari atau Pulau Papua. Kurang lebih 3,4 km dari pusat
Kabupaten Dogiyai, wistawan bisa menemukan danau indah ini. Telaga ini juga
diapit oleh Bukit Odeedimi dan Dadiyai di Distrik Kamu Utara.
Kalau saja mau dimanfaatkan sebagai sumber wisata atau
meningkatkan kapasitas ekosistem yang ada, pastinya telaga ini akan semakin
indah. Ironisnya, akibat maraknya pengembangan dan minimnya perhatian
pemerintah dan masyarakat setempat, telaga ini terancam rusak dan tak terawat.
Kondisi Danau Makamo
yang hampir ditutupi rumput
Di sekitar lokasi Telaga Makamo masih terdapat banyak
rumput-rumput tinggi. Bahkan lokasinya berawa dan rumput hijaunya semakin
menebal hingga menutupi telaga. Sebenarnya lokasi telaga ini bisa dimanfaatkan
sebagai areal wisata atau pemanfaatan pendapatan daerah oleh pemerintah
setempat.
======================dogiyai indah=====================